Narasai Kesatuan : Selamat Hari Sumpah Pemuda!

Narasai Kesatuan : Selamat Hari Sumpah Pemuda!

“Bertumpah darah satu, tanah air Indonesia. Berbangsa satu, bangsa Indonesia. Berbahasa satu, bahasa Indonesia”. Kalimat tersebut merupakan tiga pilar penting bagi pemuda Indonesia yang membulatkan tekad demi memperjuangkan hak yang ingin mereka raih. Para pejuang  bertekad dengan satu cita-cita, semangat yang sama melahirkan satu visi dan perjuangan bersama. Sesuai namanya, Sumpah Pemuda dirumuskan oleh para pemuda. Mereka kemudian menjadikannya sebagai dasar untuk membangkitkan rasa nasionalisme. Para pemuda tidak lagi berjuang sendiri, melainkan bersama-sama.

Sumpah Pemuda telah menjadi jia dan semangat yang terus terpatri dalam hati para pemuda.  Semangat sumpah pemuda mencapai puncaknya pada tanggal 17 Agustus 1945 ketika Soekarno-Hatta  atas nama bangsa Indonesia memproklamirkan Kemerdekaan Indonesia. Sejak itu, Indonesia yang terdiri dari berbagai etnis, agama, dan golongan menjadi bangsa yang merdeka dan bersatu. Kemerdekaan memberikan kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk mewujudkan  masyarakat yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Sumpah pemuda merupakan bukti otentik bahwa bangsa Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 mengalami sebuah proses kelahiran bagi para pemudanya menjadi Pemuda Indonesia yang bersatu dan menjadi utuh atas nama bangsa Indonesia. Semangat persatuan para pemuda ini telah tertanam sejak mereka melakukan perjuangan dan diharapkan terus ada hingga kini dan kedepannya. Yaitu, melakukan perjuangan dengan hal positif yang berguna bagi nusa dan banga serta terus berkembang secara kreatif dan inovatif.

Banyak ruang dan cara untuk melakukan perjuangan,  tidak hanya berperang secara fisik.  Salah satunya dengan Film. Sejak dulu, film sendiri telah lama eksis dan terbang jauh menjadi salah satu suatu ruang yang lebih dulu mengenalkan Indonesia. Tengoklah film Eulis Atjih (September 1927). Pada poster promosi film ini tertulis liat bagimana bangsa Indonesia tjoekoep pinter maen di dalem film, tiada koerang dari laen matjem film dari Europa atawa Amerika.

Oleh sebab itu, film bukan semata-mata hiburan, melainkan merupakan identitas suatu masyarakat atau bangsa yang dicerminkannya. Pada saat yang sama, film juga menjadi alat bagi suatu bangsa untuk meneguhkan jati dirinya.  Dengan film,  para pemuda dapat berkreasi dalam memproduksi sebuah cerita berdasarkan fakta dan riset yang ada dan dengan mudah diterima oleh penonton,  karena film merupakan media propaganda terbesar yang berpengaruh bagi masyarakat.

        Memaknai salah satu dari tiga butir isi Sumpah Pemuda yaitu bahasa persatuan, bahasa Indonesia, kalimat ini mengandung makna bahwa Indonesia memiliki berbagai keragaman budaya, yang  menjadi salah satu ciri terpenting negara Indonesia guna lebih mengenalkan negaranya.  Dalam dunia diplomasi, film memainkan peran penting yang barangkali selama ini masih kurang disadari. Ekspansi budaya yang disajikan lewat film jauh lebih efektif untuk mengenalkan suatu negara dibanding media apapun

Narasi kesatuan tersebut merupakan momentum titik tolak bagi bangsa untuk tidak terjebak dalam masa lalu Indonesia yang kelam,  khususnya untuk membakar semangat para pemuda dalam memperjuangan negara Indonesia.  Oleh sebab itu,  janganlah khususnya generasi muda dicekoki dengan narasi sejarah konflik pendahulu bangsa saja, tapi harus ada keseimbangan untuk menyulut semangat mereka.  Sehingga,  saat film berguna untuk menyingkirkan suatu narasi, di saat yang sama dia juga bermanfaat untuk menghadirkan narasi yang lain. Selamat Hari Sumpah Pemuda!

  • No Tags

Leave A Reply Now

Send Us A Message

Your email address will not be published. Required fields are marked *

read more latest blog