Perjuangan Mencari Keadilan

Perjuangan Mencari Keadilan

Penyalin Cahaya, Film yang memenangkan 12 Piala Citra FFI 2021 ini akhirnya tayang di Netflix sejak tanggal 13 Januari lalu. Penyalin Cahaya adalah film ber-genre drama misteri yang memiliki alur menarik. Film garapan Wregas Bhanuteja akan membawa kita masuk ke dalam cerita Suryani memecahkan misteri tentang siapa yang menyebarkan foto selfie dirinya yang sedang mabuk pada saat perayaan kesuksesan Teater Mata Hari. 

Kisah ini dimulai ketika foto selfie Sur yang sedang mabuk tersebar luas di media sosialnya sehingga menyebabkan beasiswanya tidak dapat turun. Berawal dari Sur yang ingin mencari tahu siapa yang menyebarkan foto-foto dirinya saat mabuk, di saat yang sama Sur menemukan fakta bahwa dirinya telah mengalami pelecehan seksual. Hal tersebut Sur dapatkan ketika mengetahui bahwa properti yang dipentaskan pada Teater Mata Hari merupakan gambar dari bagian tubuh anggota Teater Mata Hari.

Dalam perjalannannya mencari keadilan, Sur berusaha memberikan bukti yang ia temukan pada pihak kampus agar ia tetap mendapatkan beasiswanya. Namun, pihak kampus terkesan tidak ingin ambil pusing dengan masalah Sur. Tokoh pihak kampus yang merupakan pria seperti menggambarkan bahwa kejahatan seksual banyak dilakukan oleh pria. Meskipun dalam film ini, pelecehan seksual dapat terjadi pada siapapun tanpa menadang gender. Ketidaksediaan kampus dalam mengurusi masalah Sur juga menggambarkan pihak kampus hanya ingin menjaga nama baiknya dan acuh pada isu pelecehan seksual yang terjadi pada mahasiswanya.

Penonton akan dibawa ikut terombang-ambing dengan keadaan Sur yang diperlihatkan sangat menyedihkan. Usahanya akan gagal karena dirinya dilaporkan balik atas tuduhan pencemaran nama baik dan pencurian data. Masih dengan respon yang sama, pihak kampus tetap tidak mau memihak Sur dan terkesan memihak Rama yang notabene memiliki kuasa karena keterlibatannya di Teater Mata Hari. Hal tersebut menggambarkan keadilan yang tajam kebawah pada rakyat kecil.

Keluarga yang harusnya memeluk dan mendukung Sur sudah tidak dapat ia percayai lagi. Ayahnya yang sangat otoriter dan tidak mau mendengar penjelasan Sur. Ibunya yang pada awalnya masih memihak Sur, pada akhirnya sudah pasrah dan tidak tahu harus berbuat apa.

Adegan paling berkesan saat intensnya perdebatan antara Sur, kedua orangtuanya dan Rama. Sur yang telah berjuang  mati-matian dalam mencari keadilan bagi dirinya tapi malah tidak satupun yang berpihak pada dirinya. Sampai pada saat dimana setelah perdebatan intens terjadi, Ibu Sur membawa Sur berhenti di depan toko bunga. Dalam adegan tersebut menggambarkan bagaimana seorang ibu yang tahu akan kondisi yang terjadi pada anaknya tetapi tidak dapat berbuat apapun karena mereka hanyalah orang “kecil” yang akan kalah dalam mencari keadilan.

Semiotika voging dan slogan 3M (menguras, menutup, mengubur) ternyata menjadi simbol bahwa kasus pelecehan seksual sering kali ditutup rapat-rapat dan merugikan korbannya. Hal ini sangat mirip dengan realitas para pnyitas kekerasan seksual. Perjuangan mereka dalam mencari keadilan bagi korban terbilang sulit dan sering berakhir pada kekalahan.

Akhir dalm film ini menggambarkan resolusi yang sederhana. Pada akhirnya tidak ada yang bisa dilakukan untuk membalas kejahatan yang telah Rama lakukan, tetapi dengan beraninya para korban untuk menyuarakan apa yang telah mereka alami, paling tidak hukuman moral akan pelaku dapatkan.

Artikel ini ditulis oleh Isti Nurjanah Penulis merupakan mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta 2019 dan anggota aktif Avikom

  • No Tags

Leave A Reply Now

Send Us A Message

Your email address will not be published. Required fields are marked *

read more latest blog