Film yang diadaptasi dai seri novel populer Wiro Sableng karya Bastion Tito yang ditulis sejak tahun 1967 dan bahkan sudah diadaptasi menjadi serial TV pada era 1990-an ini menjanjikan ekspetasi lebih kepada para penggemar. Hal tersebut didukung oleh suntikan dana serta peran dari Fox International Production, yang pasti memberikan sesuatu yang lebih beda dan besar dari film Indonesia biasanya.
Filmnya sendiri diproduksi oleh Angga Dwimas Sasongko, dan dibintangi pemain bintang Indonesia,sekelas Vino G. Bastian, Sherina Munaf, Marsha Timothy, Yayan Ruhian, Dwi Sason, hingga Lukman Sardi.
Sheila Timothy selaku produser bersama Tumpal Tampubolon dan Seno Gumira Ajidarma juga berperan menulis naskah menyisipkan banyak adegan komedi di tengah cerita yang cukup serius.
Cerita dalam film ini mengisahkan tentang Wira Saksana yang sejak kecil sudah ditinggalkan oleh orang tuanya. Wira kemudian diasuh serta dididik oleh seorang guru silat yang dikenal āgendengā. Perlahan tapi pasti, Wira kemudian tumbuh remaja hingga dewasa dan mulai menguasai ilmu-ilmu silat yang diberikan gurunya. Wira kemudian berganti nama dan dikenal dengan Wiro Sableng ( Vino G. Bastian) karena tidak kalah āgilaā dari gurunya.
Setelah dewasa, Wiro Sableng kemudian bertualang bertemu dengan beberapa orang baru seperti Anggini (Sherina Munaf) dan Bujang Gila Tapak Sakti (Fariz Alfarazi) dan guru-guru silat. Lalu, pada suatu waktu, Wiro melakukan perjalanan misi serius mencari murid pengkhianat Mahesa Birawa (Yayan Ruhiyan) atas perintah gurunya, Sinto Gendeng (Ruth Marini).
Film ini memaparkan jalan cerita yang sederhana dan cukup mudah dimengerti. Alur yang ada pun juga tidak sulit untuk ditebak, dan memberi kesan bahwa alur yang ada berjalan begitu cepat sehingga tidak membosankan. Ā Hal tersebut bisa menjadi kelebihan dan kelemahan dalam film ini, karena kisahnya baru berjalan sekitar 30 menitan saja, sudah tampak film ini ke depan akan seperti apa, sehingga tidak banyak menimbulkan rasa penasaran yang tinggi. Ā Pengembangan konflik dan karakter yang sebenarnya krusial juga sangat tidak terlihat sehingga membuat cerita ini berjalan apa adanya.
Jalan cerita yang sederhana namun mudah ditebak ini tetap bisa ditutupi oleh para pemain kelas atas yang dapat menghidupkan film ini, terutama pemeran Wiro Sableng sendiri, yaitu Vino G. Bastian. Pemeran pendukung yang ada juga mempunyai peran penting, karena sang sutradara menempatkan aktor dan aktris ternamaĀ Indonesia lainnya menjadi pemeran pendukung.
Karakter yang kuat terlihat dari para dua pemain utama yaitu Wiro Sableng dan dua pendekar yang mendampingi karakter Wiro Sableng dalam perjalanannya yaitu, Alfarazi dan Munaf, mampu menampilkan chemistry yang erat sehingga ketiga karakter tersebut terasa begitu menyenangkan dan meyakinkan. Selan itu juga, peran Bastian juga mampu menghidupkan film ini. Sedangkan, dalam beberapa dialog masih terasa kaku dan janggal karena masih banyak terasa dialog yang kekinian dan pemain yang mengucapkanya terasa tidak sesuai. Unsur komedi yang dikembangkan dan di buat dalam film ini terlihat luwes dan tepat pada sasaran dalam pengisahan film ini.
Cerita ini memberikan ruang yang luas bagi kehadiran adegan laga dan adegan laga yang ada sangat memperlihatkan cita rasa lokal, sehingga membuat film ini lebih hidup. Namun, tetap saja kerennya adegan laga disini tetap terlihat Ā kurang matang Ā dan terasa kurang bertenaga dengan koreografi aksi laganya. Apalagi di film iniĀ adanya Yayan Ruhian yang sudah banyak memainkan adegan laga, sehingga seharusnya harus lebih baik dari film laga yang ia mainkan sebelumnya. Tetapi hal tersebut dapat tertutupi oleh kesuksesan para crew artistik pada film ini dapat menciptakan konsep tampilan lingkungan cerita yang meyakinkan dan megah.
Beberapa elemen produksi juga dapat tampil prima, terutama pada tata gambar yang berhasil membuat atmosfer cerita film dengan apik, walaupun efek visual yang ada masih belum memuaskan dan masih sedikit terlihat seperti efek visual pada film silat zaman dulu. Tata musik yang ada seringkali dapat memberikan sentuhan emosionalĀ yang kuat sehingga film ini bagus.
Dengan budget besar dan juga didukung oleh nama studio Hollywood, film ini sudah memproduksi dan mengemas dengan cukupĀ menarik serta patut diberi apresiasi untuk para orang ā orang dibalik layar film Wiro Sableng.Ā Namun seharusnya bisa memaksimalkan dengan total lagi segala hal yang terdapat pada setiap elemen produksi film ini. Film Wiro Sableng dapat ditonton di bioskop-bioskop di seluruh Indonesia!
Leave A Reply Now