Bagi sineas pecinta film pasti akan senang membagi pengalaman bahkan film-film yang ia telah buat atau membagikan film dimana ia terlibat di dalamnya. Karena Avikom juga mau teman-teman di daerah merasakan dan sedikit berbagi pengalaman tentang permasalahan film. Dengan diskusi dan screening film biasanya. Seperti yang dilakukan rekan kita yang telah melakukan ALT (Avikom Layar Tancap) goes to Jambi yang telah dilakukan untuk kali kedua ini. Sebelumnya Avikom telah melakukan screening serupa di kota Jambi tepatnya tahun lalu ketika sedang berlibur.
ALT goes to Jambi #2
Screening ALT goes to Jambi ini yang dilaksanakan pada 4 Juli 2017 silam ini cukup menarik beberapa sineas film yang tergabung dalam komunitas film sinema UNJA (Universitas Jambi) yang juga turut membagikan 2 film mereka. Terlihat dari kursi penonton yang ramai dan diisi kurang lebih 50 penonton. Film-film yang rekan Yoga Dwirama bagikan untuk di diskusikan ialah Ningrat, Fifty:50, SOS, Santika dan beberapa video art yang telah Avikom produksi sebelumnnya. “Dalam proses screeningnya sendiri sih udah seru banget, banyak yang antusias sampai lokasi screening kami penuh” ungkap Yoga saat di wawancarai dalam suatu kesempatan. Dirinya bahkan sampai kewalahan dan tak menduga aka nada partisipan sebanyak itu dalam ALT goes to Jambi kali ini. Belum lagi proses diskusi, menjadi hal yang paling ditunggu oleh penonton dan sineas film lainnya. Karena dapat bertukar informasi atau bahkan hanya untuk mengetahui teknis dan hal-hal terkait pembuatan film yang telah di screening tersebut. Acara ini bahkan dimulai cukup lama, dimulai dari pukul 19.30 hingga 22.00 dengan proses diskusi yang tak henti-henti.
Dengan adanya ALT screening on Jambi ini, Yoga berharap dapat kemudian menjadikannya habit baru dalam berkarya. Sehingga banyak dari anggota aktif tetap semangat dalam proses kreatif mereka membuat film dan membagikannya kepada masyarakat untuk kemudian menjadi bahan sharing dan diskusi bersama. Hal ini berdampak baik selain dalam mengenalkan organisasi Avikom sendiri. Kita bahkan dapat mengerti bagaimana seharusnya film itu dibuat kemudian. Apakah langkah yang dijalankan sudah sesuai atau tidak dan lagi dengan adanya sineas film lainnya dapat menjadikan ajang bertukar fikiran yang baik.
Di akhir wawancara kami, yoga menambahkan harapannya dalam ALT kali ini dengan antusiasme yang begitu ramainya, dirinya ingin mengadakan screening serupa untuk yang ketiga, keempat atau bahkan hingga nanti. “yang jelas mau adain screening lagi deh sampai nanti-nanti” pungkasnya menutup pembicaraan kala itu.
ALT goes to Pati
Sejalan dengan rekan Yoga, aksi screening serupa juga dilakukan rekan Dhimas Yudanto di daerahnya di desa Kleber, Kec. Cluwak, Kab. Pati pada tanggal 30 Juni silam. “Biar berkah jadi dilakukan bersamaan pada hari Jum’at h-5 Lebaran” ungkapnya. Dengan volume penonton lebih dari 100 orang, ALT di kota Pati ini sukses dalam menarik minat masyarakat dalam acara screening dan diskusi film. Beberapa film yang di-screening antara lain SOS, Silang, Pail, Malah Ngalah dan beberapa ILM (Iklan Layanan Masyarakat) produksi Avikom sebagai pengantar ke main event dari acara tersebut.
“Untuk film yang paling menarik dan memecah suasana sih di awal yaitu Pail, dan di akhir yaitu Malah Ngalah” ungkap Danto menceritakan bagaimana proses screening dilakukan. Meskipun masih belum adanya diskusi oleh para penonton tapi saudara danto telah member review atau ulasan dalam setiap film yang di screening mengisahkan tentang apa dan bagaimana.
Selanjutnya, terkait ALT bagi warga disana masih sebatas hiburan, belum pada sebuah film itu merepresentasikan apa dan bagaimana karena telah dijelaskan juga telah dibuatnya review diatas tadi. Dan harapan selanjutnya ialah bagaimana screening serupa harusnya dilakukan oleh seluruh anggota aktif Avikom. Sesuai dengan pembukaan undang-undang 1945 kita harusnya turut dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Mungkin tak secara teoritis atau lainnya tetapi dengan karya yang telah kita buat sebagai wujud dari proses kreatif dalam pembuatan film. Danto juga mengaku hal ini dilakukannya dalam rangka memberikan public testing terhadap animo film indie yang telah banyak dilakukan oleh masyarakat saat ini. Tentu sebuah ajang edukasi dan hiburan juga. Dan lagi hatinya tersentuh kala sorak sorai penonton dan tawa puas masyarakat mengalun dari awal hingga akhir acara, membuatnya bangga sekaligus haru sebagai filmmaker.
Blog Comment (01)
It works very well for me