Tahun 2021 sudah berada di penghujung waktu. Dua belas bulan berlalu begitu cepat, menyisakan banyak hal yang mampu dikenang. Senang, sedih, gelisah, takut, amarah, dan berbagai perasaan lainnya mewarnai tahun 2021 yang sedikit abu-abu karena adanya pandemi.
Hampir dua tahun pandemi menyusup di kehidupan masyarakat, membelenggu manusia hingga rasanya sulit untuk beraktivitas. Sekolah dan perguruan tinggi masih ditutup, mengakibatkan para pelajar harus mengakses segalanya dari rumah. Para pekerja yang terdampak pandemi terpaksa kehilangan mata pencaharian, terseok-seok mengais rezeki untuk menyambung hidup. Masyarakat masih harus dirumahkan, meski setelah hampir dua tahun berjalan, ada beberapa yang berhasil menghirup udara segar.
Di tahun 2021, Indonesia sempat mengalami kenaikan gelombang positif virus Covid-19. Pemerintah berkali-kali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menangkal penyebaran virus yang cukup mematikan ini. Hingga namanya berevolusi menjadi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Bermasyarakat (PPKM), gelombang positif virus Covid-19 masih terus bertambah laporan per harinya, meski terjadi penurunan secara perlahan.
Pemerintah jungkir balik mempertahankan warganya dari serangan pandemi. Setelah sekian lama berkutat dengan jumlah kasus positif yang terus bertambah, akhirnya muncul angin segar yang mampu membuat tak hanya pemerintah, namun juga masyarakat bernapas lega. Vaksin Covid-19 pertama berhasil diciptakan. Pemerintah pun bergerak cepat. Total ratusan juta vaksin berhasil diterima oleh Indonesia hingga saat ini. Karena penggalakan kegiatan vaksinasi, gelombang kenaikan kasus positif mampu diatasi.
Kabar baik dari kegiatan vaksinasi yang terus berjalan, kurva kasus positif Covid-19 terus mengalami penurunan setiap harinya. Hal tersebut menyebabkan banyak pusat-pusat keramaian yang mulai dibuka. Kantor-kantor mulai dibuka, pusat perbelanjaan mulai ramai oleh orang-orang, tak ketinggalan sekolah dan beberapa perguruan tinggi yang sudah menerapkan proses pembelajaran dengan metode hybrid (kombinasi metode luring dan daring). Geliat kehidupan normal mulai terasa, namun dengan beberapa pembaharuan. Di antaranya, memakai masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan, dan menerapkan physical distancing saat di tempat keramaian.
Selain berdampak pada kehidupan sehari-hari masyarakat yang mulai kembali normal, penurunan angka kasus positif Covid-19 juga membangkitkan tradisi-tradisi yang tadinya sempat tenggelam. Contohnya, perayaan tahun baru bersama keluarga besar dan teman-teman. Merayakan tahun baru beramai-ramai seperti dulu sudah bukanlah hal yang mustahil. Kini, hal tersebut dapat dilakukan, tentunya dengan memerhatikan protokol kesehatan.
Ada banyak cara untuk merayakan tahun baru. Untuk yang masih ragu bepergian keluar atau sekedar menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat, bisa menghubungi mereka dengan memanfaatkan teknologi video call. Meski rasanya tidak semenyenangkan bertemu langsung, setidaknya rindu akan bercengkrama dengan orang-orang terdekat sudah terobati. Sedangkan bagi mereka yang ingin berkumpul dengan kerabat dan teman-teman, dapat mencoba untuk mengadakan acara bakar-bakar di halaman rumah. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang cukup sering dilakukan masyarakat Indonesia sebelum pandemi datang. Atau, jika butuh suasana baru, mungkin bisa mencoba berlibur bersama. Daerah yang cukup sering dijadikan destinasi liburan adalah Yogyakarta. Dengan adanya penurunan kasus positif Covid-19, banyak tempat wisata di daerah Yogyakarta yang mulai dibuka. Masyarakat dari luar kota berdatangan untuk menghabiskan akhir tahun di kota Gudeg tersebut.
Tanpa menyurutkan kegembiraan untuk merayakan tahun baru, sebenarnya perayaan dengan konsep liburan dan beramai-ramai tidak lantas menghilangkan kemungkinan bahwa tidak akan ada kenaikan kasus positif Covid-19 lagi. Oleh karena itu, sangat penting bagi masyarakat untuk tetap memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan karena pandemi masih mengelilingi kita dan belum terlihat pertanda kapan akan usai.
Artikel ini ditulis oleh Annisa LarasatiPenulis merupakan mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta 2020 dan anggota aktif Avikom
Leave A Reply Now