Setiap adegan dalam film memiliki mood yang ingin disampaikan. Mulai dari shot dan angle kamera yang dipilih, hingga audio yang sudah didesain sekreatif mungkin untuk membangun mood atau suasana dalam setiap scene. Tetapi ada Salah satu aspek yang penting yang tidak boleh dilupakan dalam membangun mood scene dalam film yaitu pencahayaan atau lighting. Karena pencayahaan atau lighting tidak hanya sebuah alat yang menerangi set pada suatu scene ,melainkan sebuah bahasa visual yang dapat dirasakan. Melalui arah, intensitas, dan warna cahaya bisa bercerita tanpa dialog yang terucap.

Cahaya sebagai bahasa emosi

Lighting berperan sebagai salah satu elemen terpenting dalam membangun mood suatu film. Jenis pencahayaan yang digunakan akan berpengaruh pada reaksi emosional para penonton. Misalnya pencahayaan yang soft dapat menciptakan rasa rasa hangat dan intim, sedangkan pencahayaan keras menciptakan rasa tegang atau misteri. Selain itu Teknik seperti high key lighting yang memberikan kesan positif mood sedangkan low key lighting yang memberikan kesan dramatis dan suasana yang misterius. Sehingga penonton dapat memahami suasana hati karakter hanya melihat visual cahaya yang dipancarkan pada wajahnya.
Warna dan Temperatur dalam film

Warna dan temperatur juga berpengaruh dalam membangun emosi dalam film. Misalnya warna hangat seperti orange atau kekuningan sering digunakan untuk membangun nuansa nostalgia dan kenyamanan. Sedangkan kebalikannya yaitu warna bernuansa kebiruan menciptakan rasa dingin kesendirian, sedih atau melankolis. Selain temperature, saat ini banyak film yang kemudian menggunakan lighting RGB untuk lebih leluasa dalam menyampaikan emosi dan mood yang ingin disampaikan, misalnya warna merah menunjukkan ada tanda bahaya, atau hijau dikaitkan dengan hal yang tidak wajar atau supranatural.Jadi penonton dapat terbantu dalam merasakan apa yang dirasakan oleh karakter dalam film tersebut.
Pada akhirnya, lighting tidak hanya sebuah aspek teknis, melainkan juga cara penyampaian cerita. Setiap perubahan arah, warna dan teknik yang digunakan memiliki makna tertentu. Sehingga emosi penonton dapat dibmbing mulai dari awal film hingga akhir. Sehingga tanpa disadari, cahaya atau lighting menjadi narator yang menampilkan isi hati sebuah karakter, menggambarkan suasana, bahkan memberi petunjuk arah cerita.
Artikel ini ditulis oleh Keanu Naufal Alvianto E-mail: ke4nu24@gmail.com

