MUW DALAM FILM, LEBIH DARI SEKADAR KOSTUM DAN RIASAN 

Dalam dunia perfilman, Make up dan Wardrobe (MUW) bukan hanya sekedar elemen pelengkap, namun menjadi bagian yang penting dalam dunia audiovisual. MUW memiliki peran untuk membentuk, memperkuat dan menyampaikan pada suatu pesan dalam karakter. Make up pada sebuah audiovisual mencakup teknik riasan pada tubuh manusia yang digunakan untuk membentuk tampilan karakter, dimulai dari riasan yang natural hingga riasan yang kompleks. Sedangkan pada wardrobe, merupakan pakaian yang digunakan oleh karakter pada film, yang bertujuan untuk menjelaskan suatu identitas, waktu, dunia, status sosial maupun emosi pada suatu scene pada karakter.

MUW Sebagai Identitas Karakter

 MUW berfungsi sebagai alat untuk menyampaikan identitas dan latar belakang karakter pada penonton. Misalnya, karakter yang memiliki sifat ambisius,  perfeksionis dan tegas seperti orang manajer pada suatu perusahaan mungkin akan menggunakan pakaian rapi yang formal dengan penggunaan warna casual hitam putih, sedangkan karakter yang memiliki sifat ekstrovert, aktif dan periang seperti anak muda cenderung menggunakan pakaian yang nyentrik dan trendyMake up pun juga memiliki tujuan yang sama, seperti karakter orang manajer yang make up tajam dan berani, sedangkan pada karakter ekstrovert menggunakan make up yang lebih natural.

MUW Sebagai Representasi Budaya Dan Sosial

Selain berfungsi sebagai identitas karakter, MUW juga berfungsi sebagai pelengkap suatu cerita budaya dan sosial. Seperti contoh pada karakter Himura Kenshin pada film Rurouni Kenshin. Himura kenshin selaku karakter utama memiliki ciri khas seperti penggunaan kimono merah, hakama putih, sandal tradisional Jepang dan bekas luka x pada pipinya. Pakaian kimono merah melambangkan masa lalunya sebagai pembunuh legendaris (battosai) dan hakama putih mencerminkan tekadnya untuk hidup sebagai pengembara yang cinta damai. Sandal tradisional Jepang menunjukkan bahwa dia adalah seorang samurai yang tetap berpegang teguh pada tradisi meskipun, telah meninggalkan dunia pertarungan. Dan bekas luka pipi x pada pipinya merupakan elemen ikonik pada karakter Himura Kenshin. Luka tersebut bukan hanya sebagai tanda fisik, melainkan simbol trauma dan penyesalan atas masa lalunya sebagai pembunuh. Bekas luka tersebut menggunakan efek make up yang realistis.

MUW Sebagai Penyeimbang Dengan Color Palette

MUW juga berperan penting pada color palette. Yang dimaksud disini adalah penyesuaian dengan color palette. Dengan kata lain,  make up dan wardrobe harus selaras dengan warna agar tidak terjadi bertabrakan secara visual. Contohnya adalah film dengan tema gelap, pakaiannya menyesuaikan dengan tema nya untuk menciptakan kesan yang mencekam dan misterius. Jadi seorang chief MUW harus memperhatikan makeup dan pakaiannya agar tidak terkesan mengganggu atau berlebihan.

Sebagai elemen penting dalam dunia perfilman, Make up dan Wardrobe (MUW) juga turut andil dalam pengembangan visual. Seperti mampu membangun karakter, merepresentasikan budaya dan menciptakan keselarasan estetika. Dengan peran yang cukup penting dalam pengalaman menonton, MUW dapat memperlihatkan bahwa riasan dan kostum bukan hanya sekedar hiasan, tetapi bagian dari seni bercerita dalam film. Dengan begitu, MUW mampu memberikan pesan mereka kepada penonton dalam bentuk karakter yang sudah di makeup dan kostum yang mereka gunakan.

Artikel ini ditulis oleh Zefanya Gusti Emmanuel Sasongko, email: noelgusti05@gmail.com

AVIKOM FILM

AVIKOM FILM

Leave a Reply

Jl. Babarsari, Janti, Caturtunggal, Kec. Depok, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
08895726644

avikom.upnyk@gmail.com