Avikom Review: Petualangan Sherina 2 (2023), Reuni Dua Sahabat di Hutan Kalimantan

Setelah 23 tahun sejak perilisan film pertamanya, penggemar film Indonesia akhirnya bisa bernostalgia melalui Petualangan Sherina 2 (2023). Masih diproduseri oleh Mira Lesmana dan disutradarai oleh Riri Riza, film ini bergenre musikal-komedi-laga-petualangan. Film ini mendapatkan banyak perhatian melalui reuni Sherina Munaf sebagai Sherina dan Derby Romero sebagai Sadam. Ada pula ansambel pemeran baru, seperti Ardit Erwandha sebagai Aryo, Isyana Sarasvati sebagai Ratih Syailendra, Chandra Satria sebagai Ferdy Syailendra, Kelly Tandiono sebagai Pingkan, dan Quinn Salman sebagai Sindai.

Ditulis oleh Mira Lesmana, Riri Riza, Virania Munaf, dan Jujur Prananto, film ini mempertahankan identitas musikalnya dan mengangkat isu lingkungan. Film ini bercerita tentang Sherina dan Sadam, dua teman kecil yang lama berpisah, bertemu kembali di Kalimantan untuk pelepasliaran orang utan. Namun, seekor anak orang utan bernama Sayu dicuri oleh sekelompok orang. Mereka bertualang untuk menyelamatkan Sayu dan mengusut peristiwa ini.

Petualangan Sherina 2 dibuka dengan sangat manis dengan sekuens musikal. Lagu-lagu yang dibawakan membangun perasaan di dalam setiap adegan. Latar belakang cerita dan karakter disusun dengan rapi, sehingga setiap kejadian menjadi logis, berkorelasi, dan natural. Isu perdagangan satwa liar yang diangkat tergolong cukup berat, tetapi berhasil dikemas dengan menyenangkan. Selain itu, yang terpenting adalah pesannya disampaikan secara to the point. Reuni Sherina dan Sadam yang kini telah dewasa menjadi salah satu poin utama. Banyak inside jokes atau hal-hal detail yang berasal dari Petualangan Sherina (2000). Namun, kamu tetap bisa menikmati sekuel ini walaupun belum menonton film pertamanya.

Sebagai film musikal, tentu lagu menjadi salah satu unsur utama. Terdapat enam original soundtrack yang dibuat sesuai dengan alur cerita. Salah satu yang paling menarik adalah duet Isyana Sarasvati dengan Chandra Satria membawakan lagu Hadiah Istimewa. Karakter vokal Isyana dan Chandra yang klasik berpadu dengan koreografi mereka.

Dari beberapa pemain, penampilan Ardhit Erwandha dan Isyana Sarasvati lah yang paling mengesankan. Dengan latar belakang bukan aktor, mereka memerankan karakter dengan baik. Apalagi, karakter yang mereka bawakan memberi pengaruh yang besar terhadap keseluruhan cerita. Selain itu, mereka memberi sentuhan komedi yang pas dan tidak dipaksakan.

Film ini menyatukan teknik bercerita, pemain, audio, visual, dan semua unsur lainnya dengan indah. Petualangan Sherina 2 sangat layak untuk ditonton, baik bagi penggemar film pertamanya atau penggemar film secara umum.

Artikel ini ditulis oleh Ramadhani Meautia Iffa, email: inahdamaraffi@gmail.com

AVIKOM FILM

AVIKOM FILM

Leave a Reply

Jl. Babarsari, Janti, Caturtunggal, Kec. Depok, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
089517891709

avikom.upnyk@gmail.com