SEBUAH PERJALANAN PENCARIAN JATI DIRI

Spread the love

Mengagumi sosok seorang ayah bukanlah hal yang jarang kita temui. Sedari kecil, semua anak pasti menganggap ayahnya adalah sosok yang baik dan dikagumi karena kehebatannya. Bahkan tak jarang pula kita temui cinta pertama kita adalah orang tua kita, baik ayah, maupun ibu. Hal ini pun dialami oleh Shang Chi yang sangat mengagumi ayahnya, Fu Manchu. Ia menganggap bahwa ayahnya merupakan sosok yang hebat nan baik. 

Shang Chi (Simu Liu) adalah seorang anak dari Fu Manchu (Tony Leung). Fu Manchu merupakan penjahat dengan kekuatan yang sangat besar. Ia juga pemimpin dari Ten Rings. Sedari kecil, Shang Chi diajari oleh ayahnya tentang ilmu bela diri agar menjadi petarung yang hebat. Hal ini memperkuat kekaguman Shang Chi pada ayahnya. Namun, Fu Manchu berharap bahwa Shang Chi akan tumbuh menjadi sosok pribadi yang jahat seperti dirinya. Seolah-olah Fu Manchu ingin melestarikan bahwa buah jatuh tak jauh dari pohonnya.

“Glad I was right.”

“You’re just the criminal who murders people.”

“Be careful how you speak to me, boys.”

Selama hidupnya, ayah Shang Chi menggunakan Ten Rings untuk melindungi apa yang ia miliki, termasuk keluarganya. Ten Rings pula yang memberikan kekuatan untuk seluruh keluarganya. Shang Chi harus membuktikan bahwa ia cukup kuat untuk mewarisi Ten Rings dari Fu Manchu, sang ayah.

Berangkat dari permasalahan mengenai ketidaktahuan siapa dirinya, Shang Chi harus belajar bagaimana memiliki setiap bagian dari dirinya. Jika dia tidak membiarkan dirinya melihat semuanya (baik, buruk, terang,dan gelap) dan untuk memiliki semuanya, Shang Chi tidak akan pernah bisa mencapai potensi yang ada dalam dirinya. Hal inilah yang ingin Destin Daniel Cretton angkat sebagai sutradara film berdurasi 2 jam 12 menit ini.

Film ini menceritakan sosok superhero bernama Shang-Chi yang harus menghadapi masa lalunya sebelum ia memilih untuk meninggalkan dan bergabung ke dalam sebuah organisasi bernama Ten Rings. Shang Chi memutuskan untuk meninggalkan masa lalu dan pergi ke San Francisco dengan menggunakan nama samaran Shaun untuk mengubur identitasnya. Shang Chi menampilkan adegan pertarungan yang menakjubkan di dalam kereta.

Katy (Awkwafina) and Shang-Chi (Simu Liu) in Marvel Studios’ SHANG-CHI AND THE LEGEND OF THE TEN RINGS. Photo courtesy of Marvel Studios. ©Marvel Studios 2021.


“I thought I could change my name and start a new life. But I could never escape his shadow.”-

Shang Chi harus bertarung dengan naga jahat yang merupakan sosok alien namun juga menyerupai ular raksasa. Pertarungannya berakhir pada pertarungan terhebat dimana ia harus melawan ayahnya sendiri karena Shang Chi memberontak lantaran tidak sejalan dengan apa yang diharapkan sang ayah. Inilah konflik yang sebenarnya, bagaimana seorang anak harus menyerang ayahnya sendiri karena tidak sejalannya harapan kedua belah pihak. 

“My son, you can’t run from your past. You can’t outrun your destiny.”

“I’m nothing like you.”

Dalam pertarungannya, dihadirkan visual yang memukau. Adegan-adegan pertarungan ditampilkan secara epic dengan ilmu bela diri yang menawan. Sangat menonjolkan ciri khas dari Marvel Studios. CGI bukanlah hal tabu bagi Marvel Studios, dan di film ini menampilkan banyaknya CGI yang dibuat dengan memukau. Film ini merupakan film superhero Asia pertama bagi Marvel. Dalam komiknya, dikisahkan bahwa Shang Chi beraksi bersama para Avengers. Hal ini pun membuat masyarakat meramalkan bahwa di masa depan Shang Chi mungkin akan disatukan kembali dengan para Avengers lainnya.

Salah satu hal yang menjadi daya tarik dari film ini ialah soundtrack-nya yang berjudul Shang-Chi and The Legend of The Ten Rings : The Album. Dalam album ini terdapat 18 lagu yang diproduksi oleh Marvel bersama dengan 88rising, label rekaman musik terkemuka untuk artis Asia dan Asia-Amerika di seluruh dunia. Beberapa musisi dari Indonesia pun turut mengisi soundtrack film ini seperti Rich Brian, NIKI dan Warren Hue. Bahkan mereka diberi kesempatan untuk mengisi satu judul lagu bersama dengan judul “Always Rising”. Mereka juga berkesempatan mengisi lagu lainnya. Selain tiga nama tersebut musisi yang juga mengisi soundtrack film ini ialah Simu Liu, Swae Lee, Jhené Aiko, Mark Tuan, Saweetie, dan Audrey Nuna. Lalu, ada Guapdad 4000, Anderson Paak, keshi, 21 Savage, Rick Ross, DJ Snake, DPR IAN, DPR LIVE, Masiwei, Zion.T, dan masih banyak lagi.

Kita dapat belajar mengenai beberapa hal dalam film ini. Khususnya terkait pencarian jati diri. Dalam mencari jati diri, kita sangat membutuhkan keberanian untuk menyelusuri hal-hal yang ada di hadapan kita. Kita dituntut untuk berani menyelesaikan permasalahan yang baru kita temui. Setiap manusia membutuhkan keberanian untuk menemukan jati diri dan hidup beriringan dengannya. Dituntut untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan dan keadaan serta menaklukannya merupakan hal yang tanpa kita sadari juga terjadi di kehidupan sehari-hari. Tantangan lain yang dapat kita ambil dari film juga ketika kita dihadapkan untuk melakukan hal yang semestinya atau justru melawan orang tua kita. Ini jelas bukanlah pilihan mudah. Perlu keberanian yang besar dan tekad yang kuat untuk bisa memilih salah satu diantaranya.

Artikel ini ditulis oleh Dina Windrayani. Penulis merupakan mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta 2018 dan anggota aktif Avikom

Leave a Reply