SELAMATKAN DEMOKRASI

Spread the love

Pembahasan mengenai demokrasi seakan sudah menjadi makanan sehari-hari di kalangan masyarakat. Secara umum, demokrasi merupakan sebuah sistem pemerintahan yang di dalamnya terdapat hukum, kebijakan, kepemimpinan, serta usaha besar dari suatu negara atau pemerintah yang dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan rakyat yang menjadi pemegang keputusan. Kehidupan demokrasi sangat penting untuk diterapkan dan dikembangkan di kalangan masyarakat agar dapat tercipta kehidupan yang nyaman. Budaya demokrasi dapat menghindarkan dari tindakan sewenang-wenang terhadap warga negaranya karena negara demokrasi mengakui supremasi hukum. Semakin tinggi tingkat partisipasi politik rakyat, maka tingkat demokrasi juga semakin bertambah membaik.

Kondisi negara demokrasi pada saat ini nampaknya sedang mengalami penyusutan ruang sipil dengan penurunan kebebasan sipil, pengekangan masyarakat sipil, dan pembatasan kebebasan dalam berekspresi. Pemerintah dianggap sengaja melemahkan pengawasan konstitusional terhadap kekuasaan eksekutif yang mengakibatkan kemunduran demokrasi dan memburuknya supremasi hukum. Beberapa negara yang mengalami kerusakan demokrasi secara parah, yaitu Pakistan dan Venezuela. Menurunnya kualitas demokrasi di berbagai negara menyebabkan kekecewaan masyarakat yang berkaitan dengan implementasi demokrasi. Terabaikannya hak-hak asasi manusia dalam suatu negara, seperti menurunnya kebebasan berpendapat dan berekspresi, berkaitan dengan peraturan yang membahas mengenai pembatasan berekspresi, seakan-akan membuat pejabat menjadi kebal hukum dan terkesan memiliki jarak yang terlihat dengan masyarakat.

Defisit demokrasi dapat sangat membahayakan kehidupan masyarakatnya. Adanya praktik penegakan hukum yang tebang pilih menjadi ancaman nyata di depan mata. Pemulihan ruang publik dapat dilakukan melalui partisipasi publik, yaitu peran aktif masyarakat luas dalam melakukan pengawasan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah karena kekuasaan terbesar berada di tangan rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Hukum harus segera dipulihkan dan dikembalikan agar dapat kembali berfungsi dalam melindungi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara. Hukum harus dapat berjalan tegak lurus pada siapapun. Negara demokrasi tidak selalu memberikan hasil akhir yang berkelanjutan dan kesejahteraan seperti yang diharapkan banyak orang. 

Masyarakat dapat melakukan kritik kepada negara mengenai demokrasi. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan membuat film. Melalui sebuah karya film, kejadian masa lampau dapat terkenang dan diharapkan tidak terjadi lagi di masa yang mendatang. Penulis film dapat merepresentasikan film sebagai media penyampaian pesan yang dapat mencakup massa. Melalui karya audio-visual, dapat menjadi media hiburan bagi masyarakat sekaligus sebagai media komunikasi politik yang memiliki peran sebagai sarana publisitas politik.

Berikut ini merupakan beberapa film yang berkaitan dengan cakupan bahasan demokrasi:

  1. GIE (2005)

Film ini mengangkat kisah mengenai seorang tokoh bernama Soe Hok Gie yang terkenal sebagai aktivis pejuang kediktatoran Presiden Soekarno dan Soeharto. Menceritakan tentang kekacauan pemerintahan Soekarno pada saat itu. 

  1. Joshua: Teenager vs. Superpower (2017)

Menceritakan Joshua Wong, seorang pelajar asal Hong Kong yang melakukan aksi protes dengan cara damai kepada pemerintah Tiongkok. 

  1. THE TRIAL OF THE CHICAGO 7

Berangkat dari peristiwa tahun 1968, di era Perang Vietnam. Sejumlah elemen masyarakat bersatu untuk melakukan protes anti perang. Aksi demo berlangsung tidak terkendali, mengakibatkan sebanyak tujuh orang inisiator demonstasi di bawa ke pengadilan.

  1. Winter on Fire: Ukraine’s Fight for Freedom (2015)

Mengangkat peristiwa Euromaidan, unjuk rasa yang berujung pada Revolusi Ukraina tahun 2014. Film ini menunjukkan proses ekskalasi mulai dari pengumpulan massa, taktik saat melakukan demonstrasi.

  1. Di Balik 98 (2015)

Film ini memperlihatkan kembali kerusuhan demo mahasiswa di tahun 1998. Film ini dapat dijadikan pembelajaran untuk kembali mengenang masa demo pada orde baru. Banyak orang yang tidak benar-benar mengerti apa yang diributkan, tetapi mereka diiming-imingi sesuatu, sehingga mereka dengan mudah terprovokasi.

Artikel ini ditulis oleh Khikmatul Hasna Azizah. Penulis merupakan mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta 2020 dan anggota aktif Avikom

Leave a Reply