Story of Kale: Lika-Liku Romansa Toxic

Spread the love

Setelah mengeluarkan film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI), Angga Sasongko merilis film spin-off tentang salah satu karakter film tersebut, yaitu Story of Kale: When Someone In Love. Film ini bercerita tentang kondisi Kale sebelum ada di NKCTHI.

Di dalam Story of Kale, dikisahkan sebuah pengalaman yang cukup mengubah hidup Kale (Ardhito Pramono) mengenai hubungannya dengan Dinda (Aurelie Moeremans). Di permulaan, kita diajak untuk melihat bagaimana awal hubungan mereka; dari kondisi Dinda yang berada di hubungan toxic dengan pacarnya yang kasar dan Kale datang sebagai sosok penyelamat untuk Dinda. Cerita kemudian berlanjut maju-mundur, dengan menunjukan kondisi pertengkaran Dinda dan Kale yang memutuskan untuk berpisah sampai konflik-konflik yang memicu hal tersebut. 

Angga Sasongko secara detail memperlihatkan kondisi seseorang ketika berada di toxic relationship. Seperti perkataan dan ancaman yang cenderung digunakan, perilaku kasar dan cemburuan, sifat manipulatif dan denying, serta sebagainya. Ditunjukan pula beberapa red flag atau perilaku tersirat seseorang, sehingga hal tersebut juga merupakan pemicu hubungan itu berakhir toxic dan tidak sehat bagi pasangan tersebut.

Film ini memang agak berbeda dari film romansa yang biasa ada di pasaran, di mana kebanyakan mengisahkan tentang pahit-manis perjuangan sampai akhirnya kedua tokoh utama bisa bersatu dan bahagia di akhir cerita. Story of Kale lebih menunjukkan tentang hal-hal pahit yang bisa dialami oleh siapapun ketika mereka menjalin hubungan dan berujung bisa mengancam individu yang ada di dalam hubungan tersebut.

Hal ini kemudian didukung dengan chemistry yang ditunjukkan Aurelie dan Ardhito di layar yang terlihat cocok menjadi pasangan, meskipun perlu diakui bahwa akting mereka berdua sedikit terlihat belum maksimal dengan terdapat beberapa adegan yang emosinya kurang sampai ke penonton. Pemilihan beberapa dialog yang klise juga membuatnya terdengar dipaksakan sempat menjadi turn off ketika peradeganan berlangsung.

Secara keseluruhan, film ini cukup menggambarkan bagaimana struggle seseorang berada di toxic relationship dan dampaknya kepada diri sendiri bahkan sampai orang-orang di sekitarnya. Sebab-akibat dari perilaku para karakter pun cukup tervalidasi dengan latar belakang yang dimiliki, hingga akhirnya di akhir film ditunjukkan bagaimana masing-masing karakter menyadari kesalahannya dan berujung pada penerimaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *