Avikom Film School

Spread the love

Avikom film school atau biasa disebut dengan AFS adalah agenda tahunan yang dilaksanakan oleh KSM Avikom. Avikom Film School dibagi menjadi 2 yaitu AFS 1 dan AFS 2 perbedaannya terletak pada materi di setiap bidangnya. Di AFS 1 materi yang diberikan berupa dasar-dasar dari setiap jobdesk di dunia perfilman, sedangkan untuk AFS 2 merupakan tahapan lanjut dari AFS 1 dimana materi yang diberikan lebih intens pada beberapa jobdesk yang dirasa perlu untuk dilakukan pelatihan lagi.

Diadakannya AFS bertujuan untuk memenuhi kebutuhan terkait ilmu audio visual. AFS dirasa perlu untuk dilaksanakan di setiap tahunnya karena pendalaman materi perlu dilakukan untuk menunjang kualitas setiap anggota Avikom. Pelatihan yang diberikan merupakan wujud semangat belajar dari, oleh dan untuk anggota aktif Avikom. Meskipun pelatihan AFS dikhususkan kepada anggota baru Avikom yang akan menempuh Diklat Lanjut.

Pematerian tentang AFS 1 hari pertama dimulai dengan pelatihan Manajemen Produksi oleh Wimba Hinu Satama. Para peserta AFS diajak untuk mengenal apa itu produksi dan bagaimana menjalankan sebuah produksi film. Dengan pengalaman-pengalaman yang Wimba punya ia menuturkan banyak ilmu untuk memanajemen produksi dengan baik.

Hari ke 2-4 diisi dengan pelatihan Penyutradaraan oleh Seno Aji Julius, dimulai dengan bagaimana teori ide cerita dan Penyutradaraan, proses pembuatan cerita dan pematangan ide cerita serta peradeganan. Di hari terakhir pelatihan Penyutradaraan para peserta dibagi menjadi 3 kelompok untuk me-remake 1 scene dari film Kepaten (2018). Ke 3 kelompok itu membawakan scene tersebut dalam 3 genre yang berbeda yaitu Horor, Komedi dan Tragis.

Lalu dilanjutkan dengan 2 hari pelatihan Artistik oleh Deki Yudhanto. Mulai dari materi Artistik, bagaimana Artistik bekerja saat pra-pro-post produksi dan jobdesk-jobdesk yang ada di Departement Artistik. Tak hanya materi, Deki mengajak peserta untuk praktek membuat ruangan kelas menjadi ruang tamu dengan properti-properti yang ada.

Hari berikutnya adalah pelatihan Editing oleh Akhmad Fesdi Anggoro. Akhmad memberikan materi teori tentang Editing, teknik cutting, menambah tensi dalam Editing, pengenalan software dan prakteknya. Setelahnya diisi dengan 3 hari pelatihan Cinematography oleh Sri “Kelik” Nugroho, peserta AFS mempelajari tentang teori Cinematography, praktek lampu dan kamera serta me-remake kembali video yang sebelumnya sudah dibuat di pelatihan Penyutradaraan dengan mementingkan aspek Cinematography.

Jika hari-hari sebelumnya pelatihan selalu di sekre Avikom atau sekitar kampus, kali ini berbeda yaitu dengan dilaksanakannya Avikom goes to Fixinema. Di Fixinema peserta dikenalkan dengan alat-alat untuk produksi dan penunjangnya. Di akhir pelatihan di Fixinema peserta mencoba membuat set lampu dan kamera untuk produksi.

Setelah itu ada pelatihan Audio yang diisi oleh Aim Adinegara, dengan mengenalkan alat-alat audio yang digunakan ketika produksi serta cara penggunaannya. Kemudian ada pelatihan Make Up oleh Faradilla dengan membuat make up effect seperti luka terbakar, luka sayat dan muka tua. Lalu pelatihan Wardrobe oleh Diska Nurzuraicha, para peserta belajar mengenai color pallete dan bagaimana mencocokan kostum dengan set.

Pelatihan AFS 1 ditutup dengan kegiatan responsi tertulis dan praktek mengenai pelatihan-pelatihan yang sudah dilaksanakan. Tak hanya itu, setelahnya diadakan wawancara untuk menentukan mayor anggota aktif baru dalam audio visual di Avikom. Penentuan mayor ini juga menentukan jobdesk apa yang akan diambil untuk pembuatan film Diklat Lanjut.

AFS 2 dilanjutkan dengan pelatihan Penyutradaraan kembali, kali ini dengan tentor yang berbeda dari AFS 1 yaitu Triyanto Hapsoro atau yang biasa disebut Pak Genthong. Dalam pelatihan Penyutradaraan kali ini peserta belajar mengenai teori ide cerita, bagaimana membuat logline dan sinopsis lalu membuat naskah. Naskah yang ditulis oleh semua peserta nantinya akan dipilih salah satu untuk di produksi menjadi output AFS 2.

Setelah itu dilanjutkan dengan materi Kajian Film oleh Putri, dalam Kajian Film peserta diberikan pemahaman apa itu film, sejarahnya, klasifikasi, genre dan lain-lain. Lalu kembali lagi AFS 2 mengadakan pelatihan Cinematography bersama Sri “Kelik” Nugroho, kali ini membuat sebuah short movie berjudul “Tolong” sebagai output pelatihan Cinematography.

Setelah melewati proses kurang lebih satu bulan pelatihan AFS 1 dan AFS 2 akhirnya anggota baru Avikom telah memproduksi film pendek untuk Avikom Film School 2 berjudul “Gina” yang disutradarai oleh Anastasia Salsa Dianthea. Produksi kali ini dilaksanakan 2 hari yang berlokasi di Gedong Kuning. Selain untuk output AFS 2, produksi kali ini memang diadakan khusus untuk anggota baru Avikom dalam menerapkan ilmu yang sudah didapatkan di AFS dan latihan untuk membuat produksi Diklat Lanjut.

Seluruh pelatihan dan pembelajaran yang telah didapat oleh peserta diharapkan dapat bermanfaat dan menunjang kemampuan para peserta dalam dunia audio visual. Proses Diklat Lanjut yang telah berlansung ini diakhiri dengan produksi film pendek berjudul “Lamunan” yang telah berlangsung pada pertengahan bulan September dan akan dilaunching pada pertengahan Oktober.

Leave a Reply