Mengenal Director’s Cut Film NKCTHI

Spread the love

Di awal tahun 2020, telah rilis sebuah film baru yang disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko. Film ini diadaptasi dari buku terlaris karya Marchella FP berjudul Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini atau yang biasa dikenal dengan NKCTHI. Film ini dirilis tanggal 2 Januari 2020 dan masih tayang hingga saat ini di Bioskop. NKCTHI menjadi film pertama di tahun 2020 yang mendapatkan penonton terbanyak mencapai 2.000.000++. Belum genap sebulan penayangan, NKCTHI sudah mendapatkan 12 nominasi di Piala Maya.

Meskipun diadaptasi dari sebuah buku, film NKCTHI cenderung berbeda dengan versi buku yang beredar. NKCTHI bukan sebuah buku yang menjelaskan cerita secara runtut seperti narasi. Buku yang dirilis tahun 2018 ini berisi rangkaian kata-kata dan kutipan yang bermakna, sehingga terdapat PR tersendiri bagi sutradara untuk mengubahnya menjadi sebuah film.

Namun, Angga sebagai sutradara sangat percaya diri dalam membawakan filmnya yang satu ini. Menurutnya, film NKCTHI adalah salah satu karya terbaik yang ia sutradarai,  terkhusus dari sisi sinematografi. Film bertema keluarga ini berusaha menyampaikan kritik terhadap pola didik orang tua kepada anaknya. Dimana seringkali terdapat obsesi dan ambisi yang besar di benak orang tua terhadap anaknya, atau orang tua yang ingin membahagiakan anaknya namun dengan cara yang salah.

Keluarga Narendra dalam Film NKCTHI ini memberikan banyak pengalaman dan pelajaran serta sudut pandang baru terhadap keluarga. Setiap individu punya luka dan rahasia. Meskipun begitu, setiap orang tetap punya tujuan yang sama, yaitu bahagia. Cerita keluarga yang di dalamnya terdapat 5 kepala ini, cukup mengoyak hati penonton karena film ini mengulas konflik dalam diri setiap tokoh. Ayah (Donny Damara) yang memiliki ketakutan terhadap ketiga anaknya, Ibu (Susan Bachtiar) yang menyimpan luka dan rahasia selama puluhan tahun, Angkasa (Rio Dewanto) yang selalu harus menjadi kakak yang baik untuk adiknya, Aurora (Sheila Dara) yang selalu dinomor duakan, dan Awan (Rachel Amanda) yang selalu dikekang. Cerita yang manis dan epic sehinggalayak mendapatkan rate 8/10.

Tak puas sampai di situ, pada akhir Januari ini telah dirilis film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini versi Director’s Cut. Film Director’s Cut memang terasa asing bagi sebagian orang, karena film dengan versi Director’s Cut jarang sekali ditayangkan di layar bioskop.

Director’s Cut merupkan hasil film yang secara khusus sesuai dengan keinginan sutradara karena biasanya film yang tayang di bioskop merupakan versi final dari diskusi bersama produser, eksekutif dan tim terkait. Dalam film NKCTHI versi Director’s Cut, durasi sedikit lebih panjang 8 menit dari film yang telah dirilis sebelumnya, karena memasukkan beberapa adegan yang sebelumnya dipotong.

“Impian dari semua sutradara bisa kasih unjuk versi editing pribadinya (Director’s Cut) kepada penonton”. –Angga Dwimas Sasongko

Terdapat beberapa perbedaan dalam film NKCTHI versi yang sudah rilis sebelumnya dan Director’s Cut, seperti:

  • Peran Ibu

Ada adegan-adegan Ibu yang ditambah di versi Director’s Cut ini. Seperti throwback ketika ia melahirkan dan memperjelas trauma yang dialami Ibu karena kejadian tersebut. Lalu, ketika Awan kecil tertabrak ada penambahan scene di rumah sakit menceritakan hal yang menyebabkan trauma di dalam diri Ibu untuk kembali menyetir.

  • Peran kale

Kale yang diperankan oleh Arditho Pramono merupakan karakter yang disukai oleh penonton. Dalam versi director cut’s ada penambahan adegan Kale dengan Awan sedang menikmati kudapan di salah satu tempat makan legendaris dan penambahan dialog di metromini.

  • Adegan Ibu dan Aurora

Setelah terbongkarnya rahasia besar dari keluarga ini terdapat pembicaraan Ibu dan Aurora ketika di kamar yang ditambahkan. Ibu menjelaskan bahwa dia tidak pernah kehilangan Aurora dan Aurora adalah sosok anak yang kuat.

  • Kesedihan Awan

Kesedihan Awan pasca mengetahui tentang rahasia keluarganya yang disimpan selama berpuluh tahun, seakan bertambah ketika Kale ternyata tidak memiliki perasaan apapun kepadanya. Adegan ini ditunjukan ketika Awan pergi kerumah sahabatnya. Dalam Director’s Cut, terdapat adegan Awan menangisi hal yang sedang terjadi dalam hidupnya, ini cukup menambah penguatan perasaan yang sedang Awan alami.

Memang tidak banyak yang berubah dari versi awal, hanya ada beberapa penambahan dialog dan scene, namun di versi Director’s Cut ini cukup memperjelas adegan-adegan di film sebelumnya dan terlihat lebih jelas sebab akibatnya. Namun film NKCTHI versi Director’s Cut cukup pantas untuk ditonton karena terdapat banyak makna dan pelajaran di dalamnya.

Seperti kata Awan “Yang dicari hilang, yang dikejar lari. Sampai  hari kita lelah dan berserah, saat itu semesta bekerja. Beberapa hadir dalam rupa sama, beberapa lebih baik dari rencana”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *