The Future Of The Past

Spread the love

16 tahun mungkin bagi sebagian orang merupakan usia penanda kemana ia akan pergi. Bukan tanpa alasan, di usia 16 tahun kita biasanya masih berada d bangku sekolah menengah, masih berangan-angan tentang bagaimana perjalanan kita kelak. Usia labil katanya, belum mampu mengendalikan diri dan hati. Ingatkah beberapa kejadian dibangku SMA? Itu juga salah satu bentuk kegagalan mengendalikan diri. Jika kita salah melangkah sudah pasti masa depan yang akan menjadi taruhannya kelak. Tapi, bukankah kenangan itu yang paling diingat? Ya! Kenangan di SMA yang paling menyita memori. Sebabnya karena usia produktif dan pola fikir yang semakin kreatif. Diam-diam kita melakukan uji coba secara mandiri. Melakukannya tanpa fikir hasilnya nanti..

Yaaa begitulah kiranya gambaran jika seorang mencapai usia produktif bawahnya. Dan tak jauh berbeda dengan Avikom. Dia bergerak secara dinamis. Menembus dimensi waktu hingga kini, menginjakkan usia 16 tahun pada 20 mei nanti. Beribu angan pasti akan tersampaikan oleh kami para awak untuk Avikom yang lebih baik lagi. Namun, anganpun akan sama saja tanpa pergerakan dari seluruh anggota.

Usia labil? Ya! Ini ditunjukkan dengan pergantian tahun sebelumnya dan karya-karya sebelumnya. Jika di tahun lalu Avikom bisa terbang ke Nipon dengan karya besarnya, akankah kali ini kembali terulang? Semangat kami memang baru, banyak pilar baru yg terpilih sebagai pionir. Lalu akankah kami mampu menjadi pembuat kenangan terbaik bagi kawan2 anggota Avikom lainnya?

Tentu kami semua ingin yang terbaik bagi Avikom, lancar karirnya pun regenerasi serta SDM- nya. Kami ingin Avikom semakin mengibarkan tinggi benderanya disetiap pergantian tahunnya.

Lalu di tahun kali ini, kemanakah kita akan berlayar? Kapal besar kami baru bergerak, tujuan utamanya jelas seperti visi kapten. Selayaknya anak di usia 16 tahunnya kami pasti akan aktif dalam menggerakkan kayuh ke berbagai destinasi. Akan tetapi hal itu menjadi pertimbangan lanjut. Kita harus bekerjasama selayaknya team. Menentukan pergerakan searah agar sampai dengan waktu yang lebih singkat dan sesuai sasaran. Kami ingin karya-karya kami tembus festival bergengsi lain. Kami haus akan pendalaman materi dan produksi yang kala itu masih sering terjadi.

Di tahun ini dengan semangat “The Future Of The Past” kami kembali menggerakkannya. Semoga kelak tetap menjadi kebanggaan tak hanya di mata kami. Tapi dihadapan seluruh komunikasi,

yang belakangan ini kerap menjadi partner baik kami. Bahkan tak jarang banyak juga yang mengelu-elukan nama kami karena prestasi yang baru-baru ini kami raih. Hal itu di selalu terdengar membanggakan. Apalagi bagi Avikom yang dulunya sempat tak tak terdengar kabar karya-karya besarnya.

Kendati demikian, Avikom pun perlu dikenal secara luas agar kelak punya nama, relasi dan feedback yang baik dari luar juga. Di sisi lain, kenyataan itu juga menjadi tantangan tersendiri. Apakah dihari jadinya kini kita cukup puas hanya dengan apa yang Avikom sudah capai dititik ini?

Sudahkah kita melaksanakan mimpi agar tak sekedar angan? Kamipun pernah bermimpi langkah bagaimanakah yang Avikom ambil setiap bertambahnya tahun.

Akankah ia berlari dengan tergesa-gesa, atau hanya berjalan pasti tapi fokus akan tujuan. Bukankah hasilnya akan sama saja jika dikerjakan dengan maksimal? Yang menjadi tidak maksimal ialah ketika kita mampu berangan namun tidak dengan implementasinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *