Ajang Belajar di Dunia Luar

Spread the love

 

Sebagai salah satu organisasi film di Yogyakarta tentu Avikom juga aktif dalam mengikuti acara-acara antar kine, baik dalam maupun luar Jogja. Tujuannya tentu memperbanyak relasi, mendapatkan informasi lebih tentang perkembangan film di Indonesia, dan mampu bertukar fikiran tentang problematika film saat ini. Kiranya itulah yang membuat dua awak kapal kami tercinta berlayar menuju acara dari Institut Sepuluh September (ITS) Surabaya. Bertepatan di tanggal 5 Mei mereka berangkat dari Yogyakarta menuju Surabaya. Adalah Rizky Afeb dan Nugra Yoga yang mendapatkan kehormatan untuk menghadiri acara bergengsi tersebut. Meski di awal kami sempat bingung terkait prosedural penjemputan hingga tragedi di usir preman, tapi untunglah hal itu bisa diatasi dengan baik oleh Click.

Vakansi kami lanjutkan, meskipun kejadian tadi membuat kami sedikit kaget tak pelak membuat impresi awal berada di Surabaya menjadi hilang.  Tak hanya bagi kami, Click pun bertaruh nama besar mereka, karena tamu undangan yang datang memang banyak yang berasal dari luar kota. Seperti yang dilakukan teman-teman dari Click sendiri sudah amat bagus, panitia yang bekerja siang malam dalam acara ini membuat kami iri dengan semangat yang dimiliki mereka.

Tibalah saat screening! Maksud hati ingin mempertontonkan film karya dari Avikom yang telah tertulis di undangan dan sesuai perjanjian, namun Click mungkin punya treatment lain, karena dari screening kami tak mendapati film kami diputar sama sekali. Begitu juga kine 0 derajat Malang yang turut menyayangkan hal tersebut. Mungkin hal ini pulalah yang membuat para undangan kine tidak banyak yang berpartisipasi dalam malam komunitas yang diadakan di tanggal 6 mei. Padahal topik pembahasannya bagus, isu yang kami debatkan ialah bagaimana film alternatif kini yang proses distribusinya kurang maksimal. Hanya berkutat di screening itu-itu saja dan penonton yang itu itu pula.

Besar harapan diskusi ini berjalan baik karena di pandu oleh salah satu dari bagian Sinema Pensiunan Surabaya, Aldino. Peserta diskusi tak kurang hanya 20 orang saja, mereka berasal dari Cinematography Airlangga, Kopi Production, Stikom, 0 Derajat, dan dari Sinema Pensiunan Surabaya.

Menurut kami pembahasan yang terlalu berat akan menambah minat peserta untuk mendiskusikannya. Akan tetapi dari peserta diskusi kami rasa jawaban dari pokok permasalahan diskusi juga belum terpecahkan. Lalu di akhir catatan kami ini, kami selaku kerabat serumpun dalam film mengaku sangat berterimakasih untuk wejangan yang telah disampaikan, dan telah men-serve kami sedemikian rupa. Akan tetapi bolehkah kami menitipkan sedikit saran karena sedikit banyak teman2 undangan juga merasa kecewa ketika filmnya tidak di screening. Sebagai insan film tentu Click tahu bagaimana mengapresiasi film dengan baik.. ingat filmnya, bukan kaminya. Jika di undangan tidak tertulis kesempatan kami untuk screening itupun tak apa karena sebagai kerabat kami akan tetap datang di acara ini. Tujuannya memang hanya menambah relasi, dan turut menyampaikan kegelisahan dalam malam komunitas. Namun, kami rasa kita perlu membuat hal serupa sebagai feedback berkarya. Terimakasih banyak Click ITS!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *